MAKASSAR — Sekretaris Dinas Kominfo SP Sulsel Sultan Rakib menyatakan, kemacetan menjadi tantangan utama yang tidak terpisahkan dari perkembangan kawasan metropolitan. Pemprov pun mendorong konsep smart mobility sebagai solusi.
"Kemacetan menjadi bagian yang tidak terpisahkan sehingga Pemprov terus menghadirkan solusi melalui konsep smart mobility, salah satunya lewat layanan Trans Andalan Sulsel yang dapat diakses melalui aplikasi digital," ujar Sultan Rakib di Makassar, Rabu.
Digitalisasi layanan transportasi memungkinkan masyarakat mengakses informasi perjalanan secara lebih cepat dan efisien. Penumpang bisa memantau jadwal, rute, dan posisi bus langsung dari gawai masing-masing tanpa harus menunggu lama di halte.
Kawasan Mamminasatapa merupakan metropolitan terbesar di Indonesia Timur. Berdasarkan data BPS Kota Makassar, kepadatan penduduk di ibu kota provinsi ini mencapai 8.388 jiwa per kilometer persegi pada 2023—tertinggi di Sulawesi Selatan.
Sektor jasa menyerap 78,7 persen tenaga kerja di Makassar. Kondisi ini memperkuat urgensi layanan publik yang cepat dan terintegrasi, terutama moda transportasi yang menghubungkan pusat kota dengan daerah penyangga seperti Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkep.
Selain penguatan transportasi digital, Pemprov Sulsel juga membangun dan memperbaiki jalan serta jembatan di kawasan Mamminasatapa. Infrastruktur ini diharapkan memperkuat konektivitas dan distribusi logistik antarwilayah.
Sultan Rakib menambahkan, pendampingan Smart City menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital di Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk mendorong transformasi digital di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," katanya.
Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus mendorong integrasi sistem digital di seluruh sektor pelayanan publik, dengan transportasi sebagai salah satu prioritas utama.