Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Larang ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja Demi Piala Dunia 2026

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 15:45:31 WIB
Wali Kota Makassar larang ASN nongkrong di warung kopi saat jam kerja selama Piala Dunia 2026.

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawasan terhadap kedisiplinan ASN selama ajang Piala Dunia 2026. Wali Kota Munafri Arifuddin secara khusus mengingatkan bahwa euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia itu tidak boleh mengganggu etika kerja dan manajemen waktu para abdi negara.

“ASN itu terikat aturan yang jelas, ada akad dan perjanjian kerja yang harus dipenuhi. Mulai dari kewajiban datang kantor hingga pulang kantor dengan tepat waktu. Kepatuhan itulah yang mendasari mengapa mereka layak mendapatkan haknya dari negara,” tegas Munafri dalam pernyataannya, Selasa (18/2/2025).

Larangan Nongkrong di Warkop hingga Perdebatan Tak Produktif

Selain masalah kehadiran fisik, Pemkot Makassar juga memberikan perhatian serius pada perilaku ASN di ruang publik selama jam operasional. Munafri melarang keras para pegawai yang kerap memanfaatkan waktu dinas untuk nongkrong di warung kopi demi membahas hasil pertandingan.

“Kami ingatkan dengan tegas, jangan ada ASN yang nongkrong di warung kopi pada jam kerja. Selain mencederai disiplin, hal itu sering memicu kerumunan hingga perdebatan atau keributan yang sama sekali tidak berdasar dan tidak produktif,” pungkasnya.

Pemkot menilai bahwa perdebatan sepak bola di ruang publik yang melibatkan aparatur sipil rawan memicu polemik yang tidak substansial dan menurunkan produktivitas kerja.

Solusi Bijak: Manfaatkan Tayangan Ulang dan Cuplikan Pertandingan

Bagi para ASN yang tetap ingin mengikuti jalannya turnamen, Wali Kota Makassar memberikan solusi logis berupa pemanfaatan media digital secara bijak. Di era modern, informasi dan cuplikan pertandingan dapat diakses dengan mudah kapan saja di luar jam dinas.

“Kalau memang ingin mengikuti jalannya Piala Dunia, kan bisa menonton tayangan ulang atau sekadar melihat cuplikan (highlights) pertandingannya saja. Itu jauh lebih bijak dan disarankan daripada harus mengorbankan pekerjaan dan memilih mangkir dari kantor,” urai Munafri.

Pemkot Makassar menutup ruang bagi adanya dispensasi terselubung atau pelonggaran jam kerja hanya karena alasan kelelahan menonton pertandingan sepak bola. Melalui pendekatan ini, Munafri ingin memastikan wajah birokrasi Kota Makassar tetap menunjukkan performa terbaiknya dan tidak ikut terlena oleh gegap gempita Piala Dunia 2026.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: rakyatku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top