Pencarian

Mahasiswa UNM Makassar Kritik Barikade Polisi Saat Peringatan Hardiknas

Minggu, 03 Mei 2026 • 10:34:21 WIB
Mahasiswa UNM Makassar Kritik Barikade Polisi Saat Peringatan Hardiknas
Mahasiswa UNM Makassar mengkritik barikade polisi saat peringatan Hari Pendidikan Nasional.

MAKASSAR — Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) melayangkan protes keras terkait kehadiran personel kepolisian dalam jumlah besar di lingkungan kampus pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5). Pengamanan tersebut dinilai berlebihan karena melibatkan aparat berseragam lengkap dengan senjata pelontar gas air mata.

Aksi protes ini mencuat setelah massa mahasiswa melakukan unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani dan Jalan Sultan Alauddin. Mereka mengaku terkejut melihat barikade kepolisian yang masih bersiaga di depan gerbang kampus hingga Sabtu petang meski kondisi cuaca sedang diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Mahasiswa Sebut Kehadiran Polisi Ganggu Psikologis Kampus

Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti keberadaan petugas, baik yang berpakaian preman maupun berseragam taktis, yang berjaga di sekitar area kampus. Mereka menganggap kehadiran aparat tersebut menciptakan suasana mencekam yang tidak sejalan dengan marwah institusi pendidikan sebagai tempat berkreasi.

"Atas perintah siapa ini, kalau mau lakukan pengamanan silahkan ke Papua, di sana banyak masalah. Jangan di wilayah kampus," tegas salah satu orator aksi di depan kampus UNM, Sabtu (2/5).

Mahasiswa menegaskan bahwa kampus merupakan ruang bagi orang-orang berpikir untuk mengeluarkan ide kritis terhadap kebijakan pemerintah. Penjagaan ketat dengan barikade petugas dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap gerakan mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasi rakyat secara damai.

"Kampus tempatnya orang-orang berpikir, bukan anarkis, kenapa kalian mengamati kampus dengan banyak barikade dan banyak petugas kepolisian," lanjut orator tersebut.

Kapolrestabes Makassar Ungkap Alasan Penempatan Personel

Merespons kritik tersebut, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memberikan penjelasan terkait penempatan kendaraan taktis dan personel di titik tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil dengan pertimbangan teknis mengenai akses jalan protokol di sekitar kampus UNM yang sangat padat.

"Kalau untuk UNM sendiri memang kita taruh kendaraan-kendaraan kepolisian di situ, karena jalannya paling besar, kalau ditutupkan agak repot," ujar Arya Perdana saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian beralasan bahwa memarkir kendaraan taktis di badan jalan umum lainnya justru akan merugikan masyarakat luas. Penempatan di sekitar area kampus dianggap paling minim dampak terhadap arus lalu lintas warga yang beraktivitas di akhir pekan.

"Penjagaan sama ketat di mana pun, tapi khusus di UNM memang kita menaruh kendaraan biar untuk mengantisipasi kemacetan gitu," tambahnya.

Antisipasi Potensi Kericuhan di Jalan Protokol

Selain faktor lalu lintas, kepolisian menyebut siaganya personel merupakan langkah antisipasi cepat jika terjadi dinamika di lapangan. Mengingat adanya beberapa titik aksi unjuk rasa di sepanjang Jalan AP Pettarani, polisi berupaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Antisipasi kemacetan dan antisipasi mahasiswa-mahasiswa yang melaksanakan rasa," jelas Arya singkat mengenai tujuan pengerahan personel tersebut.

Hingga pukul 18.22 WITA, pengamanan di sekitar area kampus UNM dilaporkan masih berlangsung. Sementara itu, Plt Rektor UNM Prof Farida Patittingi yang dikonfirmasi secara terpisah terkait situasi di lingkungannya belum memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Massa mahasiswa mendesak agar seluruh aparat kepolisian segera meninggalkan lokasi. Mereka menjamin bahwa aksi unjuk rasa dilakukan secara damai dan tidak ada niat untuk melakukan tindakan anarkis yang memerlukan pengamanan super ketat di gerbang kampus.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks