Pencarian

BMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat di Sulsel Saat Puncak Musim Kemarau, 3 Wilayah Paling Terdampak

Selasa, 19 Mei 2026 • 15:06:36 WIB
BMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat di Sulsel Saat Puncak Musim Kemarau, 3 Wilayah Paling Terdampak
BMKG prediksi hujan lebat berlanjut hingga 21 Mei 2026 di pesisir barat Sulawesi Selatan.

MAKASSAR — Warga di pesisir barat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kecamatan Bangkala di Jeneponto, diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang diprediksi masih akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. BMKG Stasiun Klimatologi Sulsel mengonfirmasi bahwa kondisi ini merupakan anomali cuaca yang menunda datangnya musim kemarau di wilayah tersebut.

Gelombang Atmosfer Jadi Biang Kerok Hujan di Luar Musim

Ketua Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar hujan biasa. Dinamika atmosfer yang terjadi saat ini dipicu oleh gelombang atmosfer skala besar seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby.

“Jadi saat ini di Sulawesi Selatan itu ada namanya gangguan cuaca oleh gelombang atmosfer. Gelombang atmosfer itu ada banyak jenisnya, ada dari MJO, ada gelombang Rossby, dan lain-lain,” terang Syamsul dalam keterangannya pada Senin (18/5/2026).

Gelombang-gelombang ini menyebabkan terjadinya pemusatan massa udara basah di satu titik. Aliran udara yang sarat uap air itu kemudian terkonsentrasi dan meletus menjadi hujan lebat di sepanjang pesisir barat Sulsel.

Makassar, Maros, dan Bangkala Jadi Zona Paling Rawan

BMKG merilis peringatan dini cuaca yang berlaku mulai 19 hingga 21 Mei 2026. Wilayah yang masuk dalam zona waspada adalah daerah dataran rendah dan pesisir barat, termasuk Makassar, Maros, dan Bangkala. Hujan lebat di wilayah-wilayah itu berpotensi disertai petir dan angin kencang.

“Kondisi ini menyebabkan adanya perkumpulan massa udara yang menyebabkan cuaca hujan tinggi di beberapa wilayah, khususnya di bagian barat Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Maros, Bangkala,” imbuh Syamsul.

Risiko Pohon Tumbang hingga Gangguan Lalu Lintas Laut

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang turun di luar musim ini bisa memicu sejumlah risiko. Genangan air di area perkotaan, pohon tumbang akibat angin kencang, hingga gangguan kelancaran lalu lintas bagi pelaju transportasi darat dan laut menjadi ancaman nyata.

Masyarakat diimbau untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal digital resmi dan aplikasi BMKG. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi kebencanaan di lapangan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rawan longsor.

Secara klimatologis, wilayah barat Sulawesi Selatan seharusnya mulai bersiap memasuki awal musim kemarau pada akhir Mei 2026. Namun, datangnya musim kering tersebut kini dipastikan tertunda akibat gangguan atmosfer yang masih aktif di langit Sulsel.

Bagikan
Sumber: wamanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks