MAKASSAR — BMKG Wilayah IV Makassar memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah titik di Sulawesi Selatan pada sore hari ini. Fenomena hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 16.00 Wita dan masih berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.
"Peringatan dini berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Terdampak?
BMKG merinci sejumlah kecamatan di 10 kabupaten/kota yang masuk dalam zona waspada. Di Kota Makassar, kawasan Biringkanaya dan Tamalanrea menjadi wilayah yang paling awal diperkirakan mengalami hujan lebat. Sementara itu, di Kabupaten Maros, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Mandai, Camba, Bantimurung, Mallawa, Tanralili, Simbang, Cenrana, Tompobulu, Moncong Loe, dan sekitarnya.
Wilayah penyangga lainnya seperti Kabupaten Gowa (Parangloe), Kabupaten Bone (Lappariaja, Tellulimpoe), serta Kabupaten Pangkep (Balocci, Bungoro, Labakkang, Marang, Segeri) juga masuk dalam daftar peringatan dini. Di bagian utara, Kabupaten Toraja Utara mencakup Rantepao, Sesean, Tikala, Balusu, Tallunglipu, dan Tondon.
Potensi Perluasan Cuaca Ekstrem
BMKG juga menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi meluas ke wilayah lainnya. Di Kota Makassar, area yang mungkin menyusul terdampak antara lain Mariso, Mamajang, Makasar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Panakukkang, Manggala, dan Rappocini.
Untuk wilayah Kabupaten Bone, waspada di Kecamatan Bontocani, Kahu, Libureng, Lamuru, dan Bengo. Sementara di Kabupaten Pinrang, wilayah Matirro Sompe, Watang Sawito, Patampanua, Lembang, Cempa, Paleteang, dan Batu Lappa juga masuk dalam zona perluasan. Wilayah Kabupaten Luwu Utara seperti Bone Bone, Masamba, Sukamaju, Mappedeceng, dan Tana Lili turut diingatkan.
Apa yang Harus Dilakukan Warga?
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, serta sambaran petir selama periode hujan lebat berlangsung. BMKG merekomendasikan agar warga yang berada di wilayah terdampak menghindari berteduh di bawah pohon besar dan tidak memaksakan diri berkendara jika jarak pandang terbatas akibat hujan deras.
Peringatan ini berlaku untuk periode singkat namun dengan intensitas yang tinggi. Warga di daerah rawan banjir dan longsor, khususnya di kawasan perbukitan seperti Toraja Utara dan sebagian Luwu, diminta meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi cuaca kembali normal.