Pencarian

Polemik Seleksi Paskibraka Nasional di Sulsel, Calon Terbaik Tersingkir Gara-Gara Tak Bisa Bahasa Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 • 18:21:27 WIB
Polemik Seleksi Paskibraka Nasional di Sulsel, Calon Terbaik Tersingkir Gara-Gara Tak Bisa Bahasa Daerah
Calon unggulan Paskibraka Sulsel, Cathlyn Lesmana, tersingkir di tahap akhir seleksi.

MAKASSAR — Proses seleksi calon anggota Paskibraka Nasional asal Sulawesi Selatan menuai sorotan. Seorang peserta unggulan, Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Kota Makassar, dipastikan tidak lolos sebagai wakil provinsi ke Istana Negara pada 17 Agustus 2026. Padahal, ia sebelumnya berada di peringkat tiga besar hasil seleksi awal.

Nilai Hampir Sempurna, Namun Tersingkir di Pengujung

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar, Muhammad Fahmi, mengungkapkan keanehan dalam proses tersebut. Menurutnya, Cathlyn memiliki catatan nilai yang hampir sempurna.

“Dari perankingan, adik kita mendekati sempurna nilainya. Hampir seratus, artinya secara kemampuan aman. Tapi pas mengusulkan 3 besar justru turun diganti yang tidak masuk 10 besar,” ujar Fahmi, Senin (25/5/2026).

Ia menyebut peserta pengganti berasal dari Kabupaten Jeneponto. Fahmi menekankan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan siapa yang akhirnya lolos, melainkan bagaimana proses penilaian dilakukan.

Mengapa Penilaian Berubah Jadi Tertutup?

Fahmi menyoroti perubahan mekanisme pengumuman yang dinilai tidak konsisten. Sebelumnya, seluruh rangkaian seleksi berlangsung terbuka di GOR Sudiang. Namun, pada tahap penentuan akhir, proses berubah menjadi tertutup.

“Tim penilai kan banyak unsur, dari informasi kami himpun. Teman-teman tidak bisa masuk dalam ruang penilaian,” kata Fahmi.

Ia juga mempertanyakan indikator yang digunakan, khususnya soal tes bahasa daerah. “Masa kalah karena tidak bisa bahasa daerah. Ini kita pertanyakan apakah bahasa daerah jadi indikator wajib dikuasai?” ujarnya.

Menurut Fahmi, Cathlyn justru menguasai bahasa Inggris dan Mandarin dengan baik. “Tidak ada aturan baris berbaris menggunakan bahasa daerah, di pusat pun pakai bahasa Indonesia,” tambahnya.

Pemprov Sebut Seleksi Sesuai Ketentuan

Menanggapi polemik ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, membantah adanya kejanggalan. Ia menegaskan bahwa proses seleksi telah berjalan sesuai aturan dan tanpa intervensi dari pihak manapun.

Pernyataan tersebut belum menjawab secara spesifik soal mekanisme penilaian tertutup dan indikator bahasa daerah yang dipersoalkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut dari panitia seleksi mengenai kriteria penilaian yang menyebabkan perubahan peringkat secara drastis.

Bagikan
Sumber: tekape.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks