Pencarian

Harga Sparepart Motor dan Mobil Melonjak, Bengkel Umum Sepi dan Montir Kehilangan Tip

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:33:31 WIB
Harga Sparepart Motor dan Mobil Melonjak, Bengkel Umum Sepi dan Montir Kehilangan Tip
Harga suku cadang motor dan mobil melonjak, menyebabkan penurunan kunjungan ke bengkel umum.

SULAWESI SELATAN — Kenaikan harga komponen impor ini bukan hanya soal angka di papan daftar harga. Di lapangan, efeknya langsung mengubah kebiasaan pemilik kendaraan. Alih-alih mengganti komponen yang aus atau rusak, banyak yang memilih untuk menambal sementara atau bahkan membiarkan kendaraannya di rumah.

Daya Beli Turun, Bengkel Mulai Sepi

Kondisi ini paling terasa di bengkel-bengkel kecil dan menengah yang biasanya melayani perawatan harian. Pemilik bengkel mengaku omset mereka turun karena jadwal servis rutin banyak yang molor.

Konsumen jadi lebih selektif. Perbaikan yang sifatnya darurat tetap jalan, tapi untuk penggantian komponen yang masih bisa ditunda, mereka pilih menunggu.

Montir Terdampak Langsung, Tip Berkurang Drastis

Pemasukan montir yang mengandalkan jasa dan tip ikut terpukul. Dengan jumlah kendaraan yang masuk ke bengkel berkurang, otomatis volume pekerjaan mereka menurun.

“Dulu setiap hari bisa ngerjain 5-6 unit, sekarang paling 2-3 unit. Tip dari pelanggan juga ikut kecil karena total biaya servis sudah membengkak duluan,” ujar seorang montir di bengkel kawasan Jakarta Timur, yang enggan disebut namanya.

Komponen Impor Paling Terpukul Pelemahan Rupiah

Kenaikan harga tidak merata di semua jenis suku cadang. Komponen yang masih diproduksi lokal relatif stabil, namun barang-barang impor seperti filter oli, busi, kampas rem, hingga beberapa komponen kelistrikan mengalami lonjakan harga paling tinggi.

Distributor suku cadang mencatat kenaikan rata-rata mencapai 15 hingga 20 persen sejak kuartal terakhir tahun lalu. Kondisi ini diperparah dengan belum stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Konsumen Beralih ke Barang Alternatif dan Bekas

Untuk menekan biaya, sebagian pemilik kendaraan mulai beralih ke suku cadang alternatif atau produk aftermarket yang harganya lebih miring. Bahkan, permintaan untuk komponen bekas yang masih layak pakai ikut naik.

Praktisi otomotif menyarankan pemilik kendaraan untuk lebih disiplin dalam perawatan preventif. Merawat komponen secara rutin dinilai lebih murah ketimbang mengganti komponen yang sudah rusak parah di tengah harga yang sedang mahal.

Belum ada tanda-tanda harga suku cadang akan segera turun dalam waktu dekat. Para pelaku bengkel dan montir hanya bisa berharap nilai tukar rupiah segera membaik agar bisnis mereka bisa kembali bergairah.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks