SULAWESI SELATAN — Fujifilm resmi memperkenalkan Instax Mini Evo 2, kamera hybrid yang menggabungkan pemotretan digital dengan printer foto instan, dengan layar sentuh diperbesar menjadi 4,5 inci dan dukungan perekaman video. Perangkat ini dijadwalkan meluncur akhir November 2026 dengan harga USD289 (setara Rp4,7 jutaan) dan sudah dikonfirmasi "coming soon" untuk pasar Indonesia lewat akun Instagram resmi Instax Indonesia. Peningkatan layar dan fitur video menandai upaya Fujifilm mempertahankan daya tarik kamera instan di tengah dominasi smartphone.
Fujifilm menempatkan Instax Mini Evo 2 sebagai penerus Instax Mini Evo generasi pertama, dengan sejumlah peningkatan yang menyentuh aspek tampilan dan fungsi perekaman. Kamera ini tetap mempertahankan konsep hybrid: pengguna bisa memotret secara digital, memilih hasil terbaik, lalu mencetaknya langsung ke film Instax Mini berukuran 8,6 x 5,4 cm.
Layar Sentuh 4,5 Inci dan 20 Filter
Perubahan paling mencolok berada di bagian belakang bodi. Fujifilm membenamkan layar sentuh 4,5 inci dengan resolusi 1,23 juta titik, naik dari layar 3 inci pada generasi sebelumnya.
Layar tersebut dipakai untuk meninjau hasil foto, memotong gambar, hingga memilih satu dari 20 filter yang tersedia. Desain bodinya masih menyerupai kamera instan klasik, tetapi cara pengoperasiannya kini lebih mirip kamera digital modern.
Spesifikasi Sensor dan Lensa
Untuk urusan pengambilan gambar, Instax Mini Evo 2 mengandalkan sensor CMOS 16MP berukuran 1/2,77 inci. Lensa wide-angle 21 mm dengan aperture f/2.0 melengkapinya, didukung LED flash dan autofocus.
Shutter speed dan ISO berjalan otomatis, namun pengguna masih bisa menyesuaikan exposure compensation secara manual. Hasil foto digitalnya memiliki resolusi hingga 4.128 x 3.100 piksel, meski gambar mengalami sedikit pemotongan.
Rekam Video dan Penyimpanan Internal
Fitur baru yang dibawa generasi kedua adalah kemampuan merekam video. Resolusinya terbatas pada 992 x 560 piksel, jauh di bawah standar video smartphone, sehingga posisinya lebih sebagai pelengkap ketimbang fungsi utama.
Untuk penyimpanan, kamera ini menyediakan memori internal yang cukup untuk sekitar 45 foto, ditambah slot microSD bagi pengguna yang butuh kapasitas lebih besar.
Cetak dari Smartphone Lewat Aplikasi
Fungsi printer tidak terbatas pada hasil jepretan kamera. Foto dari smartphone atau kamera lain bisa dicetak melalui aplikasi pendamping, sehingga Instax Mini Evo 2 bisa berperan sebagai printer portabel.
Fleksibilitas ini memperluas use case perangkat, dari dokumentasi acara hingga cetak foto langsung untuk kebutuhan bisnis kecil seperti studio foto dan layanan cetak on-the-spot.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Fujifilm menjadwalkan peluncuran Instax Mini Evo 2 pada akhir November 2026 dengan harga USD289 atau sekitar Rp4,7 jutaan. Angka tersebut menempatkannya di segmen kamera instan premium, bersaing dengan lini Instax lain yang lebih terjangkau.
Untuk pasar Indonesia, kehadiran perangkat ini sudah dikonfirmasi "coming soon" melalui akun Instagram resmi Instax Indonesia. Fujifilm belum merinci tanggal pasti ketersediaan maupun harga resmi dalam rupiah.
Peluncuran Instax Mini Evo 2 memperlihatkan strategi Fujifilm mempertahankan ceruk pasar kamera instan dengan menambahkan fitur digital yang familiar bagi pengguna smartphone. Bagi pelaku bisnis fotografi dan ritel elektronik, perangkat ini berpotensi menjadi produk baru di kategori kamera hibrida yang harganya masih terjangkau untuk konsumen menengah.