BONE — Penyerahan beasiswa tersebut menandai berakhirnya rangkaian seleksi yang berlangsung sejak awal Oktober 2026. Khusus KIP Kuliah, penetapan penerima mengacu pada Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 428 Tahun 2026 yang diumumkan 27 Oktober 2026.
Para calon penerima melewati sejumlah tahapan: pendaftaran daring, pengumpulan berkas, seleksi administrasi, masa banding, tes wawancara, Baca Tulis Alquran (BTQ), hingga survei langsung ke lapangan.
Rektor: Seleksi Tanpa Intervensi Pihak Mana Pun
Prof. Lukman Arake menegaskan proses seleksi berjalan murni berdasarkan kelayakan. Menurutnya, tidak ada ruang bagi titipan atau pesanan pihak tertentu dalam penetapan penerima.
"Rektor tidak mengintervensi. Siapapun yang pesan, kalau tidak memenuhi syarat, jangan dimasukkan. Itu prinsip," ujar Prof. Lukman Arake.
Mekanisme seleksi terbuka itu, kata dia, sekaligus menjawab aspirasi mahasiswa yang selama ini mempertanyakan transparansi penetapan penerima KIP Kuliah.
"Kita tidak mau lagi ada kesan seperti itu. Yang 240 itu memang itulah yang layak," tegasnya.
Kuota Terbatas, Mahasiswa Layak yang Belum Terakomodasi Akan Didata
Prof. Lukman mengakui jumlah mahasiswa yang memenuhi kriteria penerima beasiswa melampaui kuota yang tersedia. Karena itu, kampus akan mendata mahasiswa yang dinilai layak namun belum mendapatkan kuota.
Data tersebut akan disimpan sebagai bank data untuk dipakai bila ada program beasiswa lain dari lembaga maupun pihak yang membuka peluang bantuan pendidikan.
"Di luar sana masih banyak orang baik yang ingin membantu. Peluang-peluang seperti ini tidak boleh terlewatkan," kata Prof. Lukman Arake.
Beasiswa KIP Kuliah Tak Otomatis Bertahan hingga Lulus
Penerima KIP Kuliah diingatkan agar terus menjaga prestasi akademik. Beasiswa tidak serta-merta diterima hingga masa studi selesai — keberlanjutannya bergantung pada pemenuhan ketentuan akademik.
"Minimal IPK 3,2 setiap semester. Kalau berturut-turut bisa dipertahankan, alhamdulillah," ujarnya.
34 Mahasiswa Terima Beasiswa Tahfiz, 27 Beasiswa Prestasi
Selain KIP Kuliah, sebanyak 61 mahasiswa menerima beasiswa Tahfiz Alquran dan Prestasi. Rinciannya, 34 mahasiswa penerima beasiswa Tahfiz Alquran dan 27 mahasiswa penerima beasiswa Prestasi.
Seleksi kedua kategori berlangsung sejak 5 Oktober 2026, mencakup pendaftaran daring dan seleksi berkas. Khusus Tahfiz Alquran, peserta mengikuti tes hafalan, sementara kategori Prestasi menempuh tes potensi akademik. Hasil seleksi diumumkan 19 Oktober 2026.
"Ini salah satu bentuk usaha kita supaya anak-anak kita yang punya prestasi kita apresiasi, agar mereka lebih semangat untuk belajar dan berprestasi," ujar Prof. Lukman Arake.
IAIN Bone Jajaki Beasiswa dari Baznas hingga Beasiswa KALLA
Kampus tengah menjajaki berbagai sumber beasiswa alternatif bagi mahasiswa yang layak tetapi belum terakomodasi karena keterbatasan kuota. Beberapa peluang yang sedang digarap berasal dari berbagai lembaga, termasuk Baznas dan Beasiswa KALLA.
Langkah itu diharapkan memperluas akses bantuan pendidikan bagi mahasiswa IAIN Bone. Rektor juga mendorong mahasiswa yang belum memperoleh beasiswa agar tidak berhenti berusaha dan terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.