GOWA — Peluncuran Kampung Zakat Bontomanai dihadiri Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Bupati Gowa Darmawansyah Muin, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gowa, serta warga setempat. Program yang terdaftar di Kementerian Agama pusat itu awalnya didukung dua lembaga, yakni LAZ Al-Fityan dan BAZNAS.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan kemudian mengumpulkan sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) di wilayah tersebut untuk membahas penguatan program. Pertemuan sekitar dua bulan sebelum peluncuran itu ditindaklanjuti dengan survei bersama ke lapangan.
Dari Keresahan Warga Bajeng Barat ke Kelompok Tani Wanita
Inisiatif Kampung Zakat Bontomanai berawal dari keresahan Hasni Dg. Lebang, warga Bajeng Barat, yang ingin menambah penghasilan keluarga sekaligus mengoptimalkan lahan pertanian. Hasni lantas mengajak anggota majelis taklimnya membentuk kelompok tani wanita yang bergerak di bidang pertanian hortikultura.
Lahan sawah yang biasanya menganggur setelah panen padi kini mulai ditanami sayuran. Pola itu menjadi salah satu bagian pemberdayaan masyarakat melalui Kampung Zakat Bontomanai.
DT Peduli Sulsel Fokus pada Pendampingan, Bukan Sekadar Bantuan
Berdasarkan hasil asesmen, sejumlah LAZ turut terlibat dalam program tersebut, salah satunya Daarut Tauhiid (DT) Peduli Perwakilan Sulawesi Selatan. DT Peduli Sulsel mengambil bagian dalam pendampingan kelompok tani wanita berbasis majelis taklim yang digerakkan Hasni.
Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulawesi Selatan, Hasmirah, menyebut program ini diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Melalui Kampung Zakat Bontomanai, DT Peduli ingin membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Bukan hanya memberikan bantuan, tetapi mendampingi masyarakat agar memiliki keterampilan, penghasilan, kepercayaan diri, dan masa depan yang lebih mandiri," kata Hasmirah.
Kakanwil Kemenag Sulsel: 12 Kampung Zakat Tersebar di Sulsel
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyampaikan rasa syukurnya dapat menghadiri peluncuran salah satu dari 12 Kampung Zakat di Sulawesi Selatan.
"Saya sangat bersyukur bisa menghadiri Kampung Zakat, total ada 12 Kampung Zakat yang berada di daerah Sulawesi Selatan. Terkhusus di Bajeng Barat, ini semua merupakan hasil keterlibatan seluruh LAZ. Tanpa dukungan mereka, kita tidak bisa melakukan intervensi secara menyeluruh," ujarnya.
Ali menegaskan pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pembinaan keagamaan. Menurutnya, seluruh LAZ perlu memperhatikan pelatihan bagi warga Bajeng Barat, termasuk penguatan sisi spiritual.
Bupati Gowa Minta Program Tidak Berhenti di Seremonial
Bupati Gowa Darmawansyah Muin mengingatkan agar kolaborasi tersebut berlanjut menjadi program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Jika kita serius menyukseskan program ini, kita harus berlomba untuk melakukan perbaikan. Diperlukan niat baik dan ketulusan seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai program ini sekadar seremonial. Harapannya, program ini menjadi program unggulan dan kebanggaan Kabupaten Gowa. Dari yang semula mustahik atau penerima manfaat, diharapkan kelak bisa menjadi muzaki," tegasnya.
Pendampingan kelompok tani wanita di Bontomanai diharapkan membuka peluang usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Warga setempat kini memanfaatkan lahan setelah panen padi untuk menanam berbagai jenis sayuran.