Pencarian

PLN Kembalikan PLTU Jeneponto dan Barru Beroperasi, Pasokan Listrik Sulbagsel Ditopang di Tengah Krisis Air PLTA Poso

Kamis, 05 November 2026 • 17:46:01 WIB
PLN Kembalikan PLTU Jeneponto dan Barru Beroperasi, Pasokan Listrik Sulbagsel Ditopang di Tengah Krisis Air PLTA Poso
PLN mengoperasikan kembali PLTU Jeneponto dan PLTU Barru untuk menopang pasokan listrik Sistem Sulbagsel.

MAKASSAR — General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Didik Wicaksono menyatakan percepatan pemulihan pembangkit termal menjadi langkah utama menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik. Sejumlah unit PLTU telah kembali beroperasi, sementara unit lain masih menjalani penyelesaian pekerjaan teknis.

PLTA menyumbang lebih dari 30 persen pasokan listrik Sistem Sulbagsel. Penurunan kemampuan produksinya memaksa PLN mengalihkan beban ke pembangkit lain agar keandalan sistem tidak terganggu.

Daya Mampu PLTA Poso Turun 315 MW dari Kondisi Normal

Berdasarkan Kondisi Sistem per 5 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso tercatat 200 MW. Kondisi normalnya mencapai 515 MW, sehingga ada selisih 315 MW yang hilang dari sistem.

Penyebabnya keterbatasan ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso, Sulawesi Tengah, yang dipengaruhi fenomena El Niño. Penurunan debit air memangkas kemampuan operasional pembangkit hidro.

PLTU Jeneponto dan PLTU Barru yang kembali beroperasi berkontribusi langsung menutup sebagian kekurangan tersebut. Kedua pembangkit menjadi penopang utama pasokan di sistem Sulbagsel saat ini.

PLTU Moramo dan Palu 3 Masih Jalani Pemulihan Teknis

PLN mengawal penyelesaian pekerjaan pada PLTU Moramo dan PLTU Palu 3. Keduanya masih dalam proses pemulihan dan penyelesaian teknis sebelum kembali beroperasi.

Perusahaan memastikan setiap tahapan dilakukan optimal dengan mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kesiapan unit. Tidak ada unit yang dipaksa beroperasi sebelum dinyatakan siap.

Koordinasi dengan para pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan terus dilakukan. Pengaturan beban disesuaikan dengan kondisi pasokan dan kebutuhan listrik harian.

Modifikasi Cuaca Danau Poso Berjalan Sejak 21 Oktober 2026

PLN memantau kondisi hidrologi Danau Poso dan mendukung upaya peningkatan potensi hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Kegiatan itu telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026 bersama para pemangku kepentingan.

Tujuannya meningkatkan potensi curah hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso. Dengan begitu, ketersediaan air dan kemampuan produksi PLTA diharapkan berangsur membaik.

"Di tengah kondisi menurunnya kemampuan pasok pembangkit hidro akibat keterbatasan air, PLN terus mengupayakan penguatan pasokan melalui percepatan pemulihan dan optimalisasi pembangkit lainnya, khususnya PLTU," ujar Didik.

PLN Minta Maaf ke Pelanggan atas Gangguan Pasokan

Didik menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul dari kondisi pasokan listrik saat ini. Ia menegaskan PLN terus bekerja melalui percepatan perbaikan pembangkit dan optimalisasi sumber daya yang tersedia.

"Kami memahami kondisi pasokan listrik saat ini masih menjadi perhatian dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan," kata dia.

PLN mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan efisien selama proses pemulihan berlangsung. Dukungan warga diharapkan menyertai perbaikan pembangkit dan kondisi cuaca di wilayah Danau Poso.

Perusahaan menargetkan kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel pulih secara bertahap melalui percepatan pemulihan pembangkit, optimalisasi sumber daya, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Follow www.topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediawarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks