MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan inspeksi mendadak ke infrastruktur TPS3R Karunrung pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan sampah kota harus segera berubah dari pola lama “kumpul-angkut-buang” menjadi sistem terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Kita harus memutus pola lama kumpul-angkut-buang. Sistem pengelolaan sampah wajib terintegrasi dari hulu di lingkungan RT/RW hingga ke hilir,” ujar Munafri Arifuddin dalam keterangan yang diterima mediata.id.
Wali kota menyebut TPS3R Karunrung berfungsi sebagai jangkar krusial di tingkat domestik. Fasilitas ini menyaring dan mereduksi volume sampah secara signifikan sebelum truk pengangkutan melaju ke TPA Antang.
Optimalisasi TPS3R ini dirancang agar sampah yang diteruskan ke TPA benar-benar tersaring ketat. Hanya material residu akhir yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi atau tidak bisa didaur ulang yang boleh masuk ke tempat pemrosesan akhir.
Langkah preventif di tingkat kecamatan ini merupakan bagian dari cetak biru transformasi TPA Tamangapa Antang menuju sistem sanitary landfill modern. Targetnya, tempat pembuangan akhir itu ramah lingkungan dan bebas polusi bau.
“Jika pemilahan di TPS3R berjalan maksimal, maka beban kerja sanitary landfill di TPA Antang akan jauh lebih ringan dan memperpanjang usia pakai lahan pembuangan kota. Ini adalah kerja kolektif yang membutuhkan kedisiplinan aparatur wilayah dan masyarakat,” tambah Wali Kota.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha, Sekretaris Camat Andi Zulfadli, serta seluruh lurah se-Kecamatan Rappocini. Kepala Bappeda Kota Makassar H. Dahyal dan Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Makassar Aswin Kartapati Harun turut hadir memberikan asistensi teknis.
Pemkot Makassar menjadikan TPS3R Karunrung sebagai percontohan bagi wilayah lain. Keberhasilan pengelolaan di titik ini akan direplikasi ke kecamatan-kecamatan lain untuk menekan pasokan sampah harian secara kolektif.