Ratusan Perempuan di Makassar Divaksinasi HPV Gratis, TP PKK Sulsel Gencarkan Pencegahan Kanker Serviks

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:30:01 WIB
Ratusan perempuan di Makassar menerima vaksin HPV gratis dalam upaya pencegahan kanker serviks.

MAKASSAR — Vaksinasi diberikan dalam tiga dosis per orang, dimulai pada Kamis (11/6/2026). Dosis kedua dijadwalkan pada 9-11 Juli 2026, dan dosis ketiga pada Desember 2026. Seluruh biaya vaksinasi ditanggung pemerintah.

Deteksi Dini dan Vaksinasi: Dua Jurus Cegah Kanker Serviks

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel ini mengusung tema "Perempuan Sehat, Keluarga Kuat Bersama Cegah Kanker Serviks melalui Deteksi Dini dan Vaksinasi HPV". Ketua Bidang IV TP PKK Sulsel, drg. Aisyah Ahmad, yang mewakili Ketua TP PKK Sulsel Ny. Naoemi Octarina Sudirman, menekankan bahwa kanker serviks adalah ancaman diam yang mematikan.

"Kanker serviks adalah ancaman yang nyata akan tetapi bisa dicegah 100% dengan dua cara yakni melalui metode deteksi dini dengan pemeriksaan IVA test atau pap smear di Puskesmas secara gratis dan metode vaksinasi HPV," jelasnya dalam sambutan pembukaan seminar.

Vaksinator dari Puskesmas dan Klinik Dinkes Sulsel

Pelaksanaan vaksinasi melibatkan tim dari puskesmas se-Kota Makassar dan klinik milik Dinas Kesehatan Sulsel. Setiap peserta menerima dosis pertama di hari yang sama dengan seminar kesehatan yang digelar.

TP PKK Sulsel berharap kegiatan ini bisa memotivasi perempuan untuk lebih proaktif terhadap kesehatan reproduksi. "Kita berharap dengan kegiatan ini, perempuan sehat, keluarga kuat, Indonesia hebat bukan hanya sekedar slogan," pungkas drg. Aisyah.

HKG PKK ke-54: Momentum Edukasi Kesehatan Perempuan

Seminar dan vaksinasi ini menjadi salah satu dari rangkaian acara menyambut HKG PKK ke-54 dan 46 tahun Dekranas. Sulsel ditunjuk sebagai tuan rumah perayaan tingkat nasional, menjadikan program kesehatan ini sebagai etalase kepedulian terhadap perempuan di daerah.

Kanker serviks menempati urutan kedua kanker paling sering diderita perempuan Indonesia. Dengan vaksinasi massal seperti ini, angka deteksi dini dan cakupan imunisasi diharapkan meningkat signifikan di Sulsel.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: tebaran.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top