MAKASSAR — Sulawesi Selatan bakal memiliki pusat dokumentasi sejarah maritim kelas nasional. Gagasan pengembangan Pusat Khazanah Maritim Indonesia yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulsel bersama ANRI bukan sekadar gudang arsip biasa.
Fasilitas ini direncanakan menjadi ruang belajar interaktif yang dilengkapi diorama dan media edukatif. Pengunjung nantinya bisa menyelami jejak pelayaran dan perdagangan Nusantara, termasuk peradaban suku bangsa Sulawesi Selatan yang dikenal hingga mancanegara.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” kata Muhammad Jufri dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Andi Abu Bakar, posisi Sulawesi Selatan sangat strategis. Wilayah ini menyimpan banyak jejak sejarah dan peradaban maritim yang berperan penting dalam perkembangan Indonesia Timur.
Keterkaitan Sulsel dengan sejarah pelayaran dan perdagangan Nusantara dinilai kuat. Jejak peradaban suku Bugis dan Makassar, misalnya, telah tercatat dalam pelayaran hingga ke Afrika dan Australia.
“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian, maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security (perlindungan administrasi) bagi lembaga di masa depan,” tegas Andi Abu Bakar.
Pertemuan antara DPK Sulsel dan ANRI juga membahas sejumlah isu strategis. Mulai dari pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), penguatan nilai dan substansi arsip, hingga kebijakan dan regulasi kearsipan daerah.
Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj Mustaana, menekankan pentingnya pengelolaan arsip yang baik. Menurutnya, arsip menjadi fondasi dalam mendukung pengambilan kebijakan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.
“Kami berharap sinergi dengan ANRI terus diperkuat sehingga pengelolaan arsip di Sulawesi Selatan semakin modern, tertata, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Mustaana.
Pengembangan layanan arsip berbasis digital juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Akses informasi publik diharapkan semakin mudah, cepat, dan tertata seiring transformasi digital yang terus berjalan.
Muhammad Jufri menambahkan, penguatan arsip bukan hanya penting bagi birokrasi. Lebih dari itu, arsip menjadi sarana masyarakat mengenali sejarah, identitas, dan perjalanan peradaban daerahnya.
Melalui koordinasi ini, DPK Sulsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola kearsipan yang profesional dan berkelanjutan. Pusat Khazanah Maritim Indonesia diharapkan menjadi ikon baru literasi sejarah dan pelestarian memori kolektif bangsa di Indonesia Timur. (*)