Selebriti Belajar Meracik Bumbu Coto Makassar di Desa Kading, Sulawesi Selatan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:13:31 WIB
Para selebriti belajar meracik bumbu coto makassar secara langsung di Desa Kading, Sulawesi Selatan.

BONE — Suasana dapur tradisional di Desa Kading, Kabupaten Bone, berubah menjadi ruang kelas memasak bagi para selebriti. Mereka tidak sekadar mencicipi, tetapi turun langsung belajar meracik coto makassar, hidangan daging sapi berkuah kacang yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Proses pembelajaran dimulai dari tahap paling dasar: menyiapkan alat dan bahan.

Mengulik Resep Warisan Leluhur

Coto makassar bukan sekadar makanan, melainkan identitas kuliner yang resepnya diwariskan turun-temurun. Dalam sesi belajar ini, para selebriti diperkenalkan pada komposisi bumbu utama seperti kacang tanah sangrai, serai, lengkuas, dan campuran rempah khas yang memberi cita rasa gurih dan kompleks.

Mereka diajarkan teknik menumis bumbu hingga matang sempurna sebelum dicampur dengan kaldu sapi. Proses ini menjadi kunci untuk menghasilkan kuah coto yang legit dan tidak cepat basi. "Ini pengalaman pertama saya benar-benar melihat langsung bagaimana bumbu diulek dan dimasak dengan kayu bakar," ujar salah satu peserta dalam kesempatan tersebut.

Desa Kading: Laboratorium Hidup Kuliner Lokal

Pemilihan Desa Kading sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra kuliner tradisional di Kabupaten Bone yang masih mempertahankan metode memasak tradisional. Masyarakat setempat terbiasa mengolah coto dalam jumlah besar untuk acara adat dan syukuran.

Para peserta tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap bahan. Misalnya, penggunaan kacang tanah yang melambangkan kemakmuran, serta daging sapi yang menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi makan bersama warga.

Melestarikan Coto Makassar Lewat Pengalaman Langsung

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong apresiasi lebih luas terhadap kuliner lokal Sulawesi Selatan. Dengan melibatkan figur publik, pesona coto makassar sebagai warisan budaya tak benda bisa menjangkau audiens yang lebih muda dan urban.

Setelah sesi memasak, para selebriti menyantap hasil olahan mereka bersama warga desa. Momen ini menjadi penutup manis dari rangkaian belajar meracik coto makassar—dari dapur sederhana di Desa Kading hingga ke meja makan yang penuh kehangatan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top