MAKASSAR — Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda, bertemu langsung dengan Kepala Dinas PSDA Sulsel, Hj. Astina Abbas, di kantor dinas setempat. Audiensi ini merupakan langkah konkret untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan infrastruktur air antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Dua Irigasi yang Akan Direvitalisasi Tahun Ini
Dalam pertemuan tersebut, Wabup A. Mahyanto mendorong percepatan pengerjaan irigasi Kalamisu dan irigasi Appareng yang terbagi menjadi Appareng I dan Appareng II. Kedua saluran irigasi ini dinilai sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Sinjai.
“Tadi kita telah melakukan pertemuan dengan Ibu Kadis PSDA terkait perencanaan pembangunan, yaitu yang pertama masalah percepatan pembangunan irigasi Kalamisu, dan irigasi Appareng. Kedua irigasi ini sangat vital bagi produktivitas pertanian di Sinjai,” ungkap A. Mahyanto usai audiensi.
Tiga Embung Baru untuk Ketahanan Air
Selain revitalisasi irigasi, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan tiga unit embung yang tersebar di dua kecamatan. Dua unit akan dibangun di Kecamatan Tellulimpoe dan satu unit lainnya di Kecamatan Sinjai Barat.
“Embung-embung ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air bagi lahan pertanian dan masyarakat sekitar,” tambah Wabup. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau.
Respons Positif dari Pemprov Sulsel
A. Mahyanto mengapresiasi sambutan hangat dari Kepala Dinas PSDA Sulsel. Menurutnya, pertemuan seperti ini justru memperkuat sinergi informasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Alhamdulillah, Ibu Kadis menerima dengan baik, bahkan berterima kasih atas kedatangan kita, karena pertemuan seperti ini menunjukkan adanya sinergi informasi dan penguatan koordinasi. Insyaallah, dalam waktu dekat perencanaan pembangunan irigasi Kalamisu dan irigasi Appareng dapat segera dikerjakan di tahun ini,” jelasnya.
Aspirasi Nelayan: Pengerukan Muara Sungai Tangka
Dalam kesempatan yang sama, Wabup juga menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan terkait pengerukan muara Sungai Tangka. Muara yang semakin dangkal membuat akses kapal nelayan menuju Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lappa menjadi sempit dan mengganggu aktivitas melaut.
“Ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya nelayan, karena muara sudah semakin dangkal sehingga akses kapal nelayan menjadi sempit dan mengganggu aktivitas melaut,” tambahnya.
Namun, pengerukan muara Sungai Tangka memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait karena kewenangannya berada di tingkat pusat. Pemerintah Kabupaten Sinjai berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak agar seluruh program pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat segera terwujud dan memberikan manfaat optimal bagi petani dan nelayan.