Pencarian

Startup Korea LetinAR Kembangkan Lensa Kacamata AI Setipis Kuku, Target IPO 2027

Senin, 18 Mei 2026 • 19:29:34 WIB
Startup Korea LetinAR Kembangkan Lensa Kacamata AI Setipis Kuku, Target IPO 2027
LetinAR mengembangkan lensa AI setipis kuku untuk kacamata pintar dengan teknologi PinTILT.

SULAWESI SELATAN — LetinAR didirikan pada 2016 oleh CEO Jaehyeok Kim dan CTO Jeonghun Ha, dua sahabat sejak SMA yang melihat celah besar di industri kacamata pintar. Menurut Ha, komponen optik adalah penentu apakah kacamata pintar terasa seperti perangkat fiksi ilmiah yang berat atau aksesori yang nyaman dipakai sehari-hari.

"Kami melihat kacamata AI sebagai platform berikutnya. Modul optik adalah bagian tersulit yang harus dibuat tepat," ujar Kim.

Selama satu dekade terakhir, startup ini mengerjakan satu komponen kritis: lensa kecil seukuran kuku jari yang mampu memproyeksikan gambar langsung ke bidang pandang pengguna. Hasilnya adalah teknologi bernama PinTILT.

Masalah yang Coba Dipecahkan: Baterai Boros dan Lensa Tebal

Teknologi kacamata pintar saat ini terbagi dalam dua pendekatan utama. Pertama, waveguide—metode yang membelah dan menyebarkan cahaya ke seluruh lensa untuk menciptakan gambar lebar. Konsekuensinya, banyak cahaya terbuang sebelum mencapai mata, sehingga gambar redup dan baterai cepat habis.

Kedua, pendekatan birdbath berbasis cermin yang mengirim cahaya lebih langsung ke mata, namun strukturnya terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam bingkai kacamata normal.

PinTILT bekerja dengan cara berbeda. Teknologi ini mengatur elemen optik mikro di dalam lensa sehingga cahaya hanya diarahkan tepat ke titik yang dibutuhkan—yaitu pupil mata pengguna. Hasilnya, gambar lebih terang dengan ketebalan lensa yang lebih tipis dan konsumsi daya yang lebih rendah.

Aplikasi Nyata: Navigasi di Kecepatan 160 km/jam

Salah satu skenario penggunaan yang digambarkan LetinAR cukup ekstrem: seorang pengendara motor melaju 160 km/jam, lalu panah navigasi melayang di atas jalan di depannya—tanpa perlu menunduk ke ponsel atau dasbor. Cukup lewat kacamata helm dengan lensa seukuran thumbnail.

Teknologi ini dikabarkan akan mulai mengaspal di jalan-jalan Eropa pada tahun ini. LetinAR tidak memproduksi kacamata utuh, melainkan menjadi pemasok modul optik bagi perusahaan kacamata pintar lain.

Pasar Kacamata AI: Lonjakan 300 Persen dalam Setahun

Langkah LetinAR terjadi di tengah ledakan pasar kacamata pintar. Menurut data Omdia, pengiriman global kacamata AI melonjak menjadi 8,7 juta unit pada 2025—naik lebih dari 300 persen dari tahun sebelumnya. Analis memproyeksikan angka tersebut akan menembus 15 juta unit pada tahun ini.

Raksasa teknologi seperti Meta sudah menjual kacamata Ray-Ban berkemampuan AI sejak 2023. Google membangun platform Android XR, Apple diprediksi akan segera masuk, dan Samsung dikabarkan akan meluncurkan kacamata AI buatannya pada Juli mendatang di London—hasil kerja sama dengan merek kacamata Gentle Monster. Huawei, Alibaba, dan Xiaomi juga ikut bergerak.

LG Electronics sendiri, investor awal LetinAR, telah mulai mengembangkan kacamata AI internalnya. Langkah ini menjadi indikasi seriusnya raksasa elektronik Korea tersebut melihat kategori ini.

Apa Langkah Selanjutnya?

Dengan pendanaan segar 18,5 juta dolar AS, LetinAR berniat mempercepat pengembangan dan produksi massal modul PinTILT. Target IPO 2027 di bursa Korea Selatan menjadi pijakan berikutnya untuk bersaing sebagai pemasok optik utama di era kacamata pintar.

Pertanyaan besarnya: mampukah teknologi lensa setipis kuku ini menjadi standar industri, atau akan terkubur oleh pendekatan raksasa teknologi yang memiliki sumber daya lebih besar?

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks