Pencarian

Cuaca Dingin Memicu Kulit Kering dan Eksim Kambuh, Alergi Dingin Jadi Ancaman Tambahan

Selasa, 02 Juni 2026 • 13:32:33 WIB
Cuaca Dingin Memicu Kulit Kering dan Eksim Kambuh, Alergi Dingin Jadi Ancaman Tambahan
Cuaca dingin di Sulawesi Selatan dan Yogyakarta meningkatkan risiko kulit kering dan eksim kambuh.

SULAWESI SELATAN — YOGYAKARTA – Fenomena cuaca dingin yang akhir-akhir ini melanda sejumlah wilayah Indonesia membawa risiko kesehatan yang kerap diabaikan: gangguan pada kulit. Praktisi kesehatan kulit mencatat peningkatan keluhan pasien terkait kulit kering, gatal, hingga dermatitis atopik yang kambuh saat suhu udara turun. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan mandi air panas dan penggunaan penghangat ruangan yang justru mengikis kelembapan alami kulit.

Kulit Kehilangan Air Lebih Cepat di Udara Kering

Ketika cuaca menjadi lebih dingin, kelembapan udara ikut menurun drastis. Kondisi ini membuat kulit kehilangan kadar air lebih cepat sehingga menjadi kering dan lebih sensitif terhadap iritasi. Akibatnya, kulit terasa kasar, mengelupas, dan menimbulkan rasa gatal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain faktor lingkungan, kebiasaan yang umum dilakukan saat cuaca dingin juga dapat memperburuk kondisi kulit. Mandi dengan air yang terlalu panas atau berada di ruangan berpenghangat dalam waktu lama dapat mengurangi kelembapan alami kulit. Ketika lapisan pelindung kulit melemah, risiko peradangan dan iritasi pun meningkat.

Alergi Dingin: Bukan Sekadar Kulit Kering Biasa

Tidak semua masalah kulit saat cuaca dingin disebabkan oleh kulit kering. Sebagian orang mengalami kondisi yang disebut alergi dingin atau cold urticaria, yaitu reaksi kulit yang muncul setelah terpapar suhu rendah. Reaksi ini terjadi karena tubuh melepaskan histamin sebagai respons terhadap paparan dingin.

Gejalanya dapat berupa bentol-bentol, kemerahan, rasa gatal, atau pembengkakan pada area yang terkena udara atau benda dingin. Pada beberapa kasus, gejala muncul beberapa menit setelah kulit mulai menghangat kembali. Area wajah, tangan, bibir, dan bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian menjadi lokasi paling rentan mengalami gejala.

Eksim Kambuh di Musim Dingin, Peradangan Semakin Berat

Eksim atau dermatitis atopik merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan peradangan kronis dan gangguan pada lapisan pelindung kulit. Ketika udara menjadi dingin dan kering, kelembapan kulit semakin berkurang sehingga gejala eksim lebih mudah kambuh. Hal ini menyebabkan kulit terasa sangat gatal, kemerahan, dan terkadang menebal akibat sering digaruk.

Perubahan lingkungan selama musim dingin juga dapat memperparah kondisi eksim. Paparan udara dingin, angin kencang, serta perubahan kelembapan dapat memicu peradangan pada kulit yang sensitif. Banyak penderita eksim mengeluhkan gejala yang lebih berat saat cuaca dingin dibandingkan musim lainnya.

Langkah Sederhana Menjaga Kulit Tetap Sehat

Menjaga kelembapan kulit merupakan langkah paling penting untuk mencegah kulit gatal dan eksim. Gunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. Pilih produk yang lembut, bebas pewangi, dan diformulasikan untuk kulit sensitif agar risiko iritasi lebih rendah.

Batasi penggunaan air panas saat mandi. Air hangat yang tidak terlalu panas lebih baik untuk membantu mempertahankan kelembapan alami kulit. Menggunakan sabun yang lembut dan tidak membuat kulit terasa kering juga dapat membantu menjaga kesehatan skin barrier.

Jika udara di dalam ruangan terasa sangat kering, penggunaan humidifier bisa menjadi pilihan yang bermanfaat. Alat ini membantu menambah kelembapan udara sehingga kulit tidak kehilangan terlalu banyak cairan. Kebiasaan sederhana seperti mengenakan pakaian yang nyaman dan tidak menyebabkan gesekan berlebihan juga dapat membantu mengurangi iritasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar keluhan kulit akibat cuaca dingin dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika gejala tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan medis juga diperlukan jika kulit mengalami infeksi, luka, atau peradangan yang semakin parah.

Pada kasus alergi dingin yang berat, gejala dapat disertai pembengkakan luas, pusing, atau gangguan pernapasan. Kondisi seperti ini memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks